Skincare Virus
  • Home
  • About Me
  • Content
    • Lifestyle
    • Beauty Articles
    • Reviews
  • Contact Us


"... siap-siap aja silaturahmi sama jerawat"

Hello Peeps! Siapa sih yang enggak kenal sama Ten Steps Skincare Routine ala Korea? Penggemar K-Beauty atau K-Drama pasti sudah pada tahu dong ya. Ten Steps Skincare Routine inilah yang digadang-gadang sebagai rahasia wajah mulus warga Korea. Namun, apakah kalian pernah meniru Ten Steps Skincare Routine tapi kondisi wajah kalian enggak berubah? Atau justru setelah melakukan Ten Steps Skincare Routine wajah kalian jadi tambah bermasalah? Bisa jadi kalian melakukan over-moisturizing tuh!

Untuk tahu selengkapnya tentang overmoisturizing ini, cek tulisanku berikut ya!


Over-moisturizing adalah kondisi dimana kulit mendapatkan kelembaban berlebih sehingga timbul beberapa masalah pada kulit seperti panu, jerawat, pori tersumbat, dan produksi sebum berlebih. Overmoisturizing bisa terjadi pada semua tipe kulit, baik normal, kering, maupun berminyak. Tinggal di daerah tropis yang memiliki kelembaban (humidity) tinggi juga dapat memperbesar risiko terjadinya over-moisturizing.


Apa tandanya kalau kita telah melakukan over-moisturizing?

1) Wajah menjadi lebih bermasalah dari sebelumnya

Designed by Freepik

Seperti yang aku sebutkan di atas, over-moisturizing bisa menyebabkan masalah kulit seperti jerawat dan panu. What, panu? Yap, kalian enggak salah dengar! Fungi penyebab panu sangat suka lingkungan yang lembab, termasuk kulit wajah sekalipun.
Over-moisturizing juga bisa menyebabkan sel kulit mati menumpuk dan mendorong kelenjar keringat memproduksi sebum berlebih. Kalau kedua hal ini bertemu dengan bakteri P. acne, siap-siap aja silaturahmi sama jerawat di wajah!

2) Pelembab wajah cepat habis



Bagi sebagian orang yang memilliki tipe kulit yang kering, tentu pelembab menjadi produk paling penting. Namun, terkadang seseorang menggunakan pelembab melebihi apa yang dibutuhkan oleh kulitnya. Selain boros, menggunakan pelembab berlebih juga bisa mengakibatkan over-moisturize. Kalau begitu, sebuah pepatah yang mengatakan “sesuatu yang berlebihan tidak selalu baik” sudah terbukti kebenarannya!


Berarti Ten Steps Skincare Routine ala Korea sesat, dong?

Eits, tunggu dulu Ferguso. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Kita tahu, yang baik untuk orang lain, belum tentu baik untuk kita. Kalian boleh saja mencoba atau menerapkan tren Ten Steps Skincare Routine ini kok. Lagi-lagi, kenali kulit kalian sendiri. Jika kulit kalian menunjukkan perubahan positif, silakan lanjut. Tapi kalau malah tambah buruk, coba stop dulu. Cari tahu apakah yang memperburuk kondisi kulit kalian itu produk skincare-nya atau cara pemakaiannya?

Pengalamanku pribadi, tiap aku pakai produk yang bikin lengket dan terlalu lembab, keesokan harinya pasti timbul jerawat yang sakitnya luar biasa. Sebenarnya enggak heran sih kenapa aku sering over-moisturizing. Tidak lain dan tidak bukan adalah lokasi tempatku tinggal yang punya tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Ditambah lagi aku enggak pasang AC di rumah.

Lokasi tinggal inilah yang membuatku enggan menerapkan Ten Steps Skincare Routine. Kalau kalian tinggal di daerah yang panas dan lembab, tren hits dari Korea ini mungkin bukan untuk kalian. Tapi semua ini balik lagi ya sama kondisi kulit kalian, makanya aku enggak pernah bosan untuk mengingatkan betapa pentingnya mengenali kondisi kulit sendiri.


Sekian dari aku, semoga bermanfaat~

Happy Ramadan Fasting!




Hello Peeps! Beberapa waktu lalu aku diberi kesempatan tim Naruko Indonesia untuk mencoba produk mereka. Buat kalian yang belum tau, Naruko adalah salah satu brand skincare dari Taiwan yang mengusung konsep organic skincare, cruelty free dan paraben free. Menarik banget kan! Jujur, ini kali pertama aku mencoba produk skincare asal Taiwan loh, hehe.

Karena wajahku acne-prone, aku dapat sheetmask dan face wash varian tea tree. Banyak banget teman-temanku yang bilang kalau sheetmasknya bagus buat kulit berjerawat. Langsung aja kita buktikan!


Tea Tree Shine Control & Blemish Clear Mask, merupakan produk yang telah teruji secara Dermatologi dan berfungsi untuk mencegah jerawat, menyeimbangkan kadar minyak di wajah, membersihkan jerawat mengencangkan pori dan menghidrasi kulit agar tetap lembut.


Komposisi
Water, Butylene Glycol, Ethyl Alcohol, Hamamelis Virginia Extract, Tranexamic Acid, Xanthan Gum, Sodium Citrate, Chlorphenesin, 2-Phenoxyethanol, Salicylic Acid, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Serenoa Serrulate Fruit Extract, Lens Esculenta (Lentil)Seed Extract, Enantia Chloranta Bark Extract, Sodium Hyaluronate, Piroctone Olamine, Fragrance, Kalanchoe Spathulata Leaf Extract, Glycyrrhiza Glabra Root Extract, Scutellaria Alpina Flower/Leaf/Stem Extract, Peucedanum Ostruthium Leaf Extract, Ginkgo Biloba Leaf Extract, Artemisia Umbelliformis Extract, Leontopodium Alpinum Extract, Epilobium Fleischeri Extract, Calendula Officinalis Flower Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Malaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil.


Kemasan


Personally, aku suka banget sama desain kemasannya. Desainnya simpel dan enak dipandang! Ukuran kemasannya juga cukup kecil dibanding kemasan sheetmask lainnya, irit tempat lah pokoknya. Di balik kemasan terdapat informasi mengenai produk seperti komposisi, cara pakai, tanggal kadaluwarsa, dan lain-lain. Semuanya ditulis lengkap menggunakan bahasa Indonesia, Inggris maupun aksara Taiwan.


Tekstur Essence dan Bahan Tissue
Sheetmask ini adalah jenis black-tissue mask. Jadi tissuenya warna hitam gitu, which is my all-time favorite sheetmask! Alasan aku suka banget sama black-tissue mask karena biasanya mereka punya cooling sensation yang lebih oke.

Untuk ketebalan tissuenya medium ya, enggak terlalu tebal maupun tipis. Daya lekatnya juga oke, gak merosot-merosot saat dipakai.


Sheetmask ini punya essence yang bening dan cukup cair. Essencenya juga melimpah ruah! Jadi bisa dipakai di badan juga hehe.


Aroma
Pas pertama dibuka, aroma sheetmask ini langsung tercium banget. Cukup strong menurutku. Wajar aja karena fragrance ada di urutan tengah skincare ingredientsnya. Aromanya sendiri  khas tea tree. Kalau aku pribadi sudah berteman lama sama tea tree, jadi sudah familiar dan terbiasa sama aromanya.


Cara penggunaan
Setelah membersihkan wajah, ambil masker.
Pakaikan masker pada wajah dimulai dari bagian atas ke bawah.
Gunakan jari untuk menekan air dari bagian tengah dahi ke samping. Atur agar masker bisa terpasang pas pada bagian hidung. Kemudian atur agar bagian bawah masker juga menempel dengan pas pada rahang.
Lepaskan masker setelah 5-10 menit dan lanjutkan dengan perawatan rambut


Performa
Sheetmask ini enak banget dipakai pas lagi ada jerawat hormonal! Cooling sensationnya bener-bener super! Bahkan tanpa ditaruh di kulkas sebelumnya, tetap terasa dingin di wajah. Bikin rileks jerawat yang nyut-nyutan!

Aku menggunakan sheetmask ini selama 20-25 menit. Gak sesuai anjuran karena terlalu nyaman sama cooling sensationnya hehe. Tiap tissuenya terasa kering, aku selalu tambahin sisa essence di kemasan. Oh iya, selama pemakaian juga gak timbul sensasi gatal atau mengganggu yang lainnya.

Setelah dilepas, aku tap-tap sisa essence di wajah hingga terserap sempurna. Kalau lagi rajin, aku pijat wajahku dengan facial roller sampai sisa essence di wajahku terserap sempurna. Setelah meresap, baru aku lanjut dengan pelembab deh.


Perubahan yang paling aku notice setelah memakai sheetmask ini yaitu jerawat hormonalku jadi lebih kalem. Wajah juga jadi lebih fresh dan cerah. Kemerahan pun jauh lebih berkurang. Klaim oil-controlnya juga no tipu-tipu. Mantap!

Tapi sayangnya sheetmask ini masih kurang melembabkan bagiku. Jadi harus dilayer dengan pelembab dan sleeping mask lagi setelahnya.


Jika tertarik dengan sheetmask ini, kalian bisa klik tautan berikut!
https://naruko.co.id/detail-product/166/tea-tree-shine-control--blemish-clear-mask-1-pc.html








Hello Peeps! Pernah dengar istilah ‘fungal acne’ sebelumnya? Well, penyebutan ‘acne’ disini sebenarnya agak kurang tepat ya. Walaupun bentuknya mirip dengan jerawat, fungal acne ternyata berbeda dengan jerawat loh! Jerawat umumnya disebabkan oleh bakteri (baca penjelasan lebih lanjut disini), sedangkan fungal ‘acne’ disebabkan oleh khamir (yeast). Nah, khamir ini adalah salah satu jenis jamur mikroskopik yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Mau tau selengkapnya tentang fungal ‘acne’ ini? Simak tulisanku berikut ini ya!

Fungal 'Acne'


Seperti yang telah aku mention di atas, penyebutan ‘acne’ dalam frase ‘fungal acne’ adalah sebuah kekeliruan. Faktanya, fungal ‘acne’ dalam dunia medis dinamakan Malassezia (Pityrosporum) Folliculitis. Malassezia Folliculitis adalah kondisi dimana populasi malassezia (sejenis khamir) pada kulit melebihi batas normal sehingga menimbulkan reaksi inflamasi dengan lesi mirip jerawat biasa (umumnya timbul pustula). Sedangkan jerawat biasa (acne) disebabkan oleh bakteri P. acne. Jadi, dilihat dari agen penyebabnya saja sudah beda ya teman-teman.


Faktor Penyebab

ScienceDirect
Seperti namanya, Malassezia Folliculitis disebabkan oleh salah satu jenis khamir yaitu Malassezia Furfur. Sama halnya dengan bakteri penyebab jerawat, P. acne, Malassezia Furfur juga merupakan flora alami kulit manusia. Maksudnya, dalam keadaan normal, M. furfur tetap ada pada permukaan kulit kita dan tidak menimbulkan penyakit apapun. Namun, ketika jumlah M. Furfur meningkat, maka kemungkinan besar akan menimbulkan penyakit pada kulit, termasuk fungal ‘acne’ dan panu (yap, panu!).

Meningkatnya jumlah agen penyebab fungal ‘acne’ disebabkan oleh beberapa hal seperti cuaca yang lembab, sekresi sebum dan keringat berlebih, immunosuppresion (imunitas melemah), hingga penggunaan antibiotik tertentu. Saat jumlah sebum di permukaan kulit berlebih, M. furfur akan mengubah sebum menjadi asam lemak bebas (free fatty acids), yang mana merupakan sumber nutrisinya. Nah, jika sumber nutrisi melimpah, otomatis M. furfur akan lebih mudah melakukan perbanyakan diri.


Perbedaan Fungal 'Acne' dan Jerawat Biasa

Karena memiliki lesi yang mirip, Malassezia Folliculitis a.k.a fungal ‘acne’ sering kali didiagnosis sebagai jerawat biasa. Maka dari itu, fungal ‘acne’ terkadang bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama akibat pengobatan yang tidak tepat. Berikut hal-hal yang membedakan fungal ‘acne’ dengan jerawat biasa:


1. Fungal ‘acne’ menimbulkan sensasi gatal (terutama saat berkeringat), sedangkan jerawat biasa tidak menimbulkan sensasi ini.
2. Tidak terdapat perubahan yang signifikan ketika diobati dengan obat jerawat biasa.
3. Sebaliknya, akan terjadi perubahan yang drastis ketika diobati dengan obat anti-fungi.

Karena perbedaannya yang amat sangat tipis, maka aku sangat menyarankan untuk mengunjungi dokter kulit untuk diagnosis yang lebih tepat.


Tips!

1. Jangan gunakan skincare yang terlalu lembab saat cuaca sedang panas
2. Hindari penggunaan galactomyces atau bahan fermentasi lainnya jika kalian memiliki riwayat eksim atau fungal ‘acne’
3. Gunakan bahan antifungal dalam skincare, seperti belerang, peppermint oil, tea tree oil, greentea, dan lain sebagainya.
4. Selalu lap wajah kalian dengan tissue atau sapu tangan (pastikan bersih ya) tiap kali berkeringat
5. Bagi yang menggunakan hijab, jangan lupa rutin ganti dan cuci hijab kalian ya!


Sumber

Jika kalian ingin membaca jurnal lengkap tentang Malassezia Folliculitis, klik tautan berikut ini: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3970831/



Hello Peeps! Tau gak kalau physical exfoliant (contohnya scrub) bisa menimbulkan microtears atau luka kecil di wajah? Duh, ngeri ya. Maka dari itu, sekarang aku lagi mencoba beralih ke chemical exfoliant nih, tepatnya exfoliating toner. Exfoliating toner pertamaku datang dari Sbcskin, yaitu Skin Exfoliant 2% BHA Toner. Yuk simak ulasanku tentang toner ini!

Komposisi
Aqua, Propanediol, Alcohol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Glycolic Acid, Galactosyl Salicylate, Propylene Glycol, Chamomilla Recutita Flower Extract, Sodium Benzoate, Sorbic Acid, Potassium Sorbate, Methylparaben, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Allantoin, Dipotassium Glycyrrhizate.

Aloe vera leaf extract
Mampu menenangkan kulit, sebagai anti-inflamasi, dan melembabkan kulit.
Glycolic acid
Membantu pengelupasan kulit tanpa membuatnya menjadi kering, meningkatkan produksi kolagen, mengatasi hiperpigmentasi, kulit kusam, dan bekas jerawat.
Chamomilla Recutita (Chamomile) Flower Extract
Sebagai anti-inflamasi, menenangkan kulit, melindungi kulit dari efek radikal bebas, mengurangi kemerahan dan iritasi pada kulit.
Galactosyl Salicylate
Antiseborrheic dan mengatasi pori tersumbat


Kemasan

Toner ini dikemas dalam botol plastik doff ukuran 100ml. Menurutku kemasannya sederhana namun cukup elegan, mirip botol essence yang banyak dijual di pasaran.

Karena tidak dilengkapi box, semua informasi penting produk seperti deskripsi, cara penggunaan, komposisi, hingga tanggal kadaluwarsa ditulis di bagian belakang botol. Menurutku, selagi informasi produk masih dapat dicantumkan di botol, tidak perlu pakai box lagi. Jadi bisa mengurangi sampah juga hehehe.


Tekstur

Tekstur produk ini sangat cair dengan warna yang bening. Awalnya karena terlalu cair, aku pikir finishnya bikin kulit kering seperti exfoliating toner lainnya. Surprisingly setelah tonernya menyerap, wajahku jadi lumanyan lembab loh (tapi masih butuh hydrating toner sih). Hal ini mungkin karena Sbcskin Skin Exfoliant 2% BHA Toner mengandung aloe vera sebagai agen pelembab di urutan keempat.


aroma
Dari segi aroma, menurutku yang mendominasi adalah aroma alkohol yang cukup kuat. Biasanya ketika aku pakai toner dengan kandungan alkohol yang banyak, mataku akan langsung perih dan berair. Tapi saat aku pakai toner ini, tidak ada reaksi buruk pada mataku.

Perlu dicatat, bagi kalian yang memiliki riwayat alergi dengan alkohol, sebaiknya melakukan patch test sebelum menggunakan produk ini di seluruh wajah.


Cara Penggunaan
Tuangkan Skin Exfoliant 2% BHA Toner pada kapas dan usapkan secara merata pada seluruh wajah dengan gerakan melingkar keluar.


PERINGATAN


Mengandung Glycolic Acid (AHA) 3%. Selama pemakaian hindari kontak langsung dengan sinar matahari. Gunakan tabir surya minimal SPF 15. Jangan digunakan di sekitar mata, mulut, dan membran mukosa lain. Jika terjadi hipersensitif (rasa terbakar, kemerahan), hentikan pemakaian.


Performa

Seperti yang tertera di cara penggunaannya, aku selalu menggunakan kapas saat mengaplikasikan toner ini. Untuk frekuensi pemakaian, dua kali seminggu sudah cukup menurutku.

Jujur ini adalah exfoliating toner pertama yang aku coba. Surprisingly toner ini cukup mild bagiku sebagai seorang pemula dalam dunia chemical exfoliation. Saat diusap ke wajah, tingling sensationnya tidak terlalu kuat dan terjadi hanya di beberapa titik yang berjerawat saja. Redness yang muncul setelah pemakaian juga hampir tidak terlihat.

Sbcskin Skin Exfoliant 2% BHA Toner ini adalah salah satu produk andalanku saat breakout. Pernah suatu saat aku jerawatan cukup banyak karena gak cocok sama pelembab yang baru kucoba. Setelah pakai toner ini beberapa kali, aku merasa jerawat-jerawatku yang baru mau muncul jadi lumayan kempes walaupun tetap meninggalkan bekas.


Jika tertarik, kalian bisa membeli produk ini seharga Rp150.00 di e-commerce seperti Ponny Beaute (klik tautan ini)


Hello Peeps! Sudah lama ya kita gak membahas skincare ingredient, hehe. Nah, kali ini aku akan bahas salah satu bahan skincare favorit aku (mungkin bisa jadi favorit kalian juga!) untuk mengatasi noda hitam atau kemerahan bekas jerawat. Apalagi kalau bukan Vitamin C dalam bentuk ascorbic acid atau asam askorbat!

Yuk langsung aja!


Ascorbic Acid

Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang dikenal akan kemampuan antioksidannya. Sayangnya, tubuh manusia tidak bisa memproduksi vitamin C sendiri karena kita tidak mempunyai enzim  L-glucono-gamma lactone oxidase. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, manusia harus mengonsumsinya secara oral ataupun melalui penggunaan topikal pada kulit. Walaupun sekarang banyak beredar suplemen vitamin C baik dalam bentuk kapsul, tablet, atau minuman, kita ternyata dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin C langsung dari buah-buahan atau sayur-sayuran loh!

Vitamin C memiliki banyak bentuk dan turunan, salah satunya yaitu ascorbic acid. Ascorbic acid (L-ascorbic acid) adalah bentuk vitamin C yang paling aktif sehingga efek yang diberikan ke tubuh pun akan lebih signifikan. Namun sayangnya, molekul ascorbic acid bersifat hidrofilik (hidrofilik=suka air, gampangnya hehe) dan tidak stabil. Karena bersifat hidrofilik, ascorbic acid jadi sukar untuk menyerap ke dalam kulit karena kulit kita cenderung hidrofobik (gak suka air). Ascorbic acid juga mudah rusak (teroksidasi) oleh sinar matahari maupun oksigen. Solusinya, banyak produsen skincare, misalnya L’Oreal, yang menambahkan ferulic acid agar ascorbic acid yang ada menjadi lebih stabil sehingga tidak mudah rusak.


Manfaat Ascorbic Acid bagi Kulit

Sebagai antioksidan
Ascorbic acid adalah antioksidan yang baik bagi kulit. Faktor lingkungan sepetri paparan sinar UV dan polusi, dapat meningkatkan kadar radikal bebas  yang nantinya akan menimbulkan stress oksidatif yang dapat merusak kulit. Ascorbic acid mengatasi stress oksidatif ini dengan mekanisme transfer elektron, sehingga jumlah radikal bebas dalam kulit menjadi berkurang.
Perlu diingat ya, walaupun ascorbic acid dapat mengurangi efek radikal bebas, kulit kita juga harus tetap terlidungi dari sinar UV. Cara apalagi kalau bukan rutin pakai sunscreen tiap hari!

Sebagai antiaging
Ascorbic acid ternyata mampu meningkatkan produksi kolagen pada kulit. Seperti yang kita tahu, kolagen berperan penting dalam menjaga elastisitas dan membantu menyamarkan kerutan. Studi klinis membuktikan bahwa pemakaian rutin vitamin C (ascorbic acid) selama 4 bulan menujukkan perubahan yang signifikan pada jumlah kolagen di kulit.

Mengatasi Hiperpigmentasi
Ascorbic acid dapat mencegah produksi enzim yang memproduksi melanin. Melanin sendiri adalah pigmen yang ada di kulit kita. Kelebihan produksi melanin inilah yang menyebabkan hiperpigmentasi, seperti noda hitam bekas jerawat.


Penggunaan Ascorbic Acid

Biasanya, ascorbic acid ditemukan dalam bentuk serum dalam skincare. Bagi kalian yang mencoba ascorbic acid untuk pertama kalinya, disarankan untuk memilih produk dengan kandungan ascorbic acid yang rendah terlebih dahulu ya! 


Rekomendasi Produk

The Ordinary Acorbic Acid 8% + Alpha Arbutin 2%

Cos de Baha Vitamin C Serum Ascorbic Acid 15% + Panthenol

The Ordinary 100% L-Ascorbic Acid Powder

My Scheming L-Ascorbic Acid Whitening Mask



Hello Peeps! Belakangan ini, nama Centella Asiatica (atau biasa kita kenal dengan pegagan) memang lagi booming banget ya. Daun pegagan ini terkenal akan kemampuannya menenangkan kulit yang sedang bermasalah. Selain itu, daun pegagan juga kaya akan antioksidan yang dapat menangkal efek radikal bebas dari lingkungan sekitar.

Kebetulan nih, beberapa waktu lalu aku baru aja mencoba toner lokal yang memiliki kandungan utama berupa daun pegagan. Nama produknya adalah NPURE Face Toner Centella Asiatica. Toner ini merupakan toner lokal pertama yang menggunakan daun pegagan asli, jadi beneran ada daunnya di dalam botol guys! Such an unique innovation kan!

Hal lain yang aku adore adalah pemilihan bahan baku daun pegagannya. N’Pure membeli daun pegagan dari petani lokal, no import pokoknya. Jadi dengan membeli produk N’Pure, kita bisa sekalian membantu para petani di negeri kita!

Nah, penasaran gimana produk ini bekerja di kulitku? Yuk langsung aja simak ulasanku berikut ini!

Komposisi


Aqua, Glycerin, Propylene Glycol, Niacinamide, Centella Asiatica Extract, Tranexamic Acid, Licorice Glycyrrhiza Glabra Extract, Salicylic Acid, Camellia Sinenis Leaf Water, Dmdm Hydantoin, Allantoin, PEG 40 Hydrogenated Castor Oil, Disodium Edta, 10 Hydroxydeconic Acid, Citrus Junos Seed Extract, Citrus Ushiu Peel Extract, Actinidia Chinensis Seed Extract, Fragaria Chiloensis Fruit Extract, Vitis Vinifera Leaf Extract, Vitis Vinifera Skin Extract, Garcinia Mangostana Peel Extract, Fragrance, Parfum Components, Finished Fragrance.

Kemasan


Toner ini dikemas dalam botol transparan berukuran 150mL. Karena botolnya transparan, kita dapat melihat dengan jelas daun pegagan yang melayang-layang dengan cantik di dalamnya. Tutupnya sendiri berbentuk ulir dan ukuran lubang tempat keluarnya produk juga pas. Jadi kita bisa dengan mudah mengatur seberapa banyak produk yang akan kita pakai.

Toner ini tidak dilengkapi dengan box. Tapi di bagian belakang botol terdapat informasi mengenai produk seperti komposisi, cara pemakaian, hingga tanggal kadaluwarsa. Semua tercantum dengan jelas dan lengkap.

Aroma

Untuk aromanya sendiri menurutku sangat fresh, mirip aroma daun-daunan gitu. Fragrance dan parfumnya juga ada di komposisi urutan bawah. Jadi aku rasa masih aman ya untuk kalian yang sensitif terhadap wewangian.

Tekstur


Toner ini teksturnya sangat watery dengan warna hijau transparan. Walaupun teksturnya cair, toner ini surprisingly cukup melembabkan loh.

Cara Pemakaian

Ada dua cara pemakaian yang bisa kalian lakukan:

1. Tuangkan secukupnya ke dalam kapas dan usapkan dengan lembut pada wajah secara merata. atau
2. Tuangkan ke tangan secara langsung lalu tepuk-tepuk / tap tap ke wajah hingga meresap  Hasil lebih maksimal jika dipakai setelah Facial Wash Cica Series

Performa

Aku biasa menggunakan toner ini sebanyak tiga tetes dan aku layer sebanyak 2-3 kali sesuai dengan kondisi kulitku. Saat pengaplikasian, aku tidak menggunakan kapas ya karena menurutku jadi mubadzir dan tentunya jadi menambah emisi sampah kapas juga (kasihan guys bumi kita sudah renta hiks).

Karena teksturnya yang sangat cair, aku kira toner ini tidak terlalu melembabkan. Tapi aku ternyata salah besar. Cukup 2-3 layer saja sudah sangat melembabkan,tapi dengan feel yang light dan gak gerah gitu. Pokoknya cocok banget buat kita yang tinggal di iklim tropis dengan humidity yang tinggi seperti Indonesia!

Untuk efek calmingnya, awal pemakaian aku gak begitu notice. Tapi setelah 1-2 minggu aku mulai merasa efek yang signifikan di wajahku. Memang dari bulan lalu saat aku menstruasi, wajahku lagi bermasalah banget. Bahkan jerawat hampir muncul tiap kali aku bangun tidur. Nah, setelah dua minggu aku pakai toner ini, aku merasa jerawatku jadi lebih terkontrol pertumbuhannya.

Purchase

Kalian bisa membeli produk ini seharga Rp100.000 di situs web N’Pure berikut
https://npureofficial.id/product/npure-face-toner-centella-asiatica-cica-series


Hello Peeps! Long time no see. Pasti kalian sering banget dengar soal hormonal acne atau jerawat hormonal dong. Tapi kalian tahu gak sih kenapa perubahan hormon bisa menyebabkan timbulnya jerawat? Apa hubungan spesial antara Si Hormon dan Si Jerawat?


Yuk cari tau bareng-bareng!

Bakteri Penyebab Jerawat


Sebelum membahas lebih lanjut, pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebab jerawat sebenarnya. Jadi, jerawat sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Propionibacterium acnes. Bakteri ini termasuk dalam jenis bakteri gram positif anaerob, atau dengan kata lain bakteri ini hidup dalam kondisi tanpa oksigen.

Sebenarnya Propionibacterium acnes merupakan flora normal kulit kita loh! Artinya, bakteri ini memang secara alami ada di permukaan kulit kita. Dalam jumlah yang wajar, flora normal membantu melindungi kulit dari infeksi mikroba yang merugikan. Namun saat jumlah atau koloni P. acnes berlebihan atau di atas ambang batas normal, bakteri ini akan berbalik tujuan dan menginfeksi kulit kita.


Faktor Penyebab Jerawat

Banyak sekali faktor yang dapat memicu timbulnya jerawat seperti stress, pola makan, personal hygiene, dan perubahan hormon. Karena kali ini kita membahas tentang jerawat hormonal, maka aku akan lebih spesifik ke perubahan hormon.

Selama masa remaja, terjadi perubahan hormon yang cukup signifikan pada tubuh, misalnya saja hormon testosteron. Eits, hormon testosteron bukan hanya ada pada pria saja loh, wanita juga memproduksi hormon tersebut namun dalam jumlah yang lebih sedikit. Bagi pria, testosteron berfungsi untuk perkembangan ciri kelamin pria. Sedangkan pada wanita, testosteron berfungsi untuk memperkuat otot dan tulang. Testosteron pun dapat memicu kelenjar minyak untuk mensekresi lebih banyak sebum, baik bagi pria maupun wanita.


Kita tau bahwa segala yang berlebih pasti tidak baik. Begitu pula dengan hormon. Kelebihan hormon testosteron mengakibatkan sekresi sebum yang berlebih, sehingga wajah akan terasa lebih berminyak. Jika sebum yang disekresi tersumbat di bawah permukaan kulit, maka akan timbul komedo. Nah, komedo inilah yang menjadi fase awal terbentuknya jerawat.


Jerawat Hormonal

www.mdpi.com

Bakteri P. acnes memiliki habitat spesifik untuk tumbuh, yaitu di area yang berminyak atau punya banyak sebum. Nah, kalau begitu komedo atau clogged pores merupakan habitat yang tepat bagi bakteri ini.

Bakteri P. acnes akan bertumbuh dalam komedo sehingga timbul koloni P. acnes yang melebihi batas normal. Seperti yang aku bilang di atas, jumlah P.acnes yang berlebih justru akan menginfeksi kulit kita.

Sesaat setelah infeksi P. acnes pada kulit, sistem imun kita akan meresponnya melalui proses inflamasi. Nah, inflamasi inilah yang biasa kita sebut sebagai jerawat. Bentuknya bisa pustula, papula, nodula, ataupun csyts.


Penanganan Jerawat Hormonal

Terapi Hormon


Biasanya terapi hormon dilakukan dengan cara mengkonsumsi pil yang diresepkan oleh dokter. Perlu diperhatikan, pil hormon atau suntik hormon hanya bisa diperoleh atas saran dan pengawasan dokter. Jadi pastikan kalian melakukan konsultasi terlebih dahulu ^^

Isotretinoin (Roaccutane)

oaccutane ini adalah obat keras yang penggunaannya harus diawasi oleh dokter dan biasanya menjadi opsi terakhir dalam pengobatan jerawat. Tapi sayangnya masih banyak oknum yang menjual bebas obat ini, sehingga kemungkinan besar dapat disalahgunakan dan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

AHA dan BHA
AHA maupun BHA merupakan asam hidroksil yang membantu proses pengelupasan kulit. Dengan ini, pembentukan komedo atau clogged pores pun dapat diminimalisasi.

Tea Tree Oil

Tea tree oil dikenal sebagai agen anti-inflamasi dan anti-mikrobial sehingga mampu mencegah tumbuhnya jerawat. Selain itu, tea tree oil juga dapat mengurangi kemerahan dan rasa sakit yang ditimbulkan akibat jerawat. Perlu diperhatikan bahwa tea tree oil harus dilarutkan ke carrier oil yang lain (jojoba, sunflower, almond, dll) karena berpotensi membuat kulit menjadi kering. Tiap 1-2 tetes tea tree oil harus dilarutkan dalam 12 tetes carrier oil.


Hello Peeps! Beberapa waktu lalu aku dikirimkan produk-produk Real Barrier oleh StyleKorean Global. Bagi kalian yang mungkin belum familiar dengan brand ini, bisa lihat postinganku di instagram berikut ini!

Setelah sebelumnya aku telah mengulas Cleansing Oil Balm, Cream Cleansing Foam, Extreme Toner Essence, dan Extreme Cream Ampoule, kali ini aku akan mengulas produk cream dari Real Barrier, yaitu Real Barrier Extreme Cream.

Komposisi

Water, Caprylic/Capric Triglyceride, Butylene Glycol, Cetearyl Alcohol, Glycerin, Propanediol, Panthenol, Stearic Acid, Glyceryl Stearate, Polyglyceryl-10 Distearate, Acetyl Dipeptide-1 Cetyl Ester, Biosaccharide Gum-1, Sorbitan Stearate, Olea Europaea Fruit Oil, Hydrogenated Vegetable Oil, Viscum Album Fruit Extract, Dimethicone, Madecassoside, Sodium Hyaluronate, Myristoyl/Palmitoyl Oxostearamide/Arachamide Mea, Dihydroxyisopropyl Palmoylpalmamide, Phytosterols, Allantoin, Tocopheryl Acetate, Carbomer, 1,2-Hexanediol, Caprylyl Glycol, Lavandula Angustifolia Oil, Citrus Aurantium Dulcis Oil, Vetiveria Zizanoides Root Oil.

Panthenol
Vitamin B5 atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Panthenol mampu meresap lebih dalam ke lapisan kulit dan memberikan kelembaban pada kulit. Selain itu, jika digunakan secara rutin, panthenol dapat mengatasi inflamasi dan juga memperkuat skin barrier.

Madecassoside dan Allantoin
Kedua bahan ini terbukti mampu menenangkan inflamasi pada kulit. Madecassoside juga kaya akan antioksidan.

Olive Oil dan Sodium Hyaluronate
Kedua bahan ini sering digunakan dalam produk skincare untuk menjaga kelembaban kulit wajah. Namun, bagi kalian yang mempunyai masalah dengan komedo dan fungal acne, berhati-hatilah menggunakan produk dengan kandungan olive oil.

Viscum Album (Mistletoe) Fruit Extract
Selain indah, mistletoe juga bermanfaat sebagai anti-inflamasi loh! Alhasil, wajah akan lebih jarang mengalami jerawat atau reaksi alergi lainnya.

Tocopheryl Acetate (Vitamin E)
Vitamin E dikenal akan antioksidannya yang dapat menangkal efek buruk radikal bebas.

Essential Oils
Produk ini mengandung beberapa essential oils seperti lavender, citrus, dan vetiver root oil. Essential oils ini membantu menenagkan pikiran dan meningkatkan mood pemakainya. Namun, bagi kalian yang memiliki riwayat alergi dengan essential oils, produk ini mungkin bukan untuk kamu.

Kemasan

Real Barrier Extreme Cream ini dikemas dalam jar plastik berukuran 50mL. Karena terbuat dari plastik, kemasan produk ini jadi lebih ringan dibanding dengan cream lain yang umumnya dikemas dalam jar kaca. Untuk orang yang ceroboh seperti aku, kemasan jar plastik bisa jadi opsi yang bagus karena tidak akan pecah walaupun terjatuh.

Di balik kemasan jarnya hanya ada keterangan dalam bahasa Korea. Aku tidak yakin apakah produk ini dilengkapi dengan box atau tidak, karena aku sendiri menerima produk ini dalam bundle gift bersama coin bank dan gelasnya. Jadi, aku tidak menerima box produk ini.

Real Barrier Extreme Cream ini tidak dilengkapi dengan spatula untuk mengambil produknya. Mungkin ini bisa jadi masalah bagi beberapa orang karena menjadikan produk kurang higienis. Tapi untuk aku pribadi, hal ini bukan masalah besar. Aku pun lebih suka mengambil produk dengan jari dibanding dengan spatula (tentu tanganku sudah dibersihkan sebelumnya!).


Tekstur

Saat membuka produk ini pertama kali, jujur aku sempat kaget dengan teksturnya. Real Barrier Extreme Cream mempunyai tekstur yang sangat thick, bahkan lebih mirip balm dibanding dengan cream. Dengan tekstur yang sangat thick, produk ini menjadi agak sulit untuk dibaurkan pada wajah.


Aroma

Mirip dengan produk Real Barrier lainnya, Real Barrier Extreme Cream mempunyai aroma seperti aromaterapi yang sangat subtle. Menurutku aromanya masih bisa ditoleransi bagi kalian yang tidak suka dengan wewangian aromaterapi. Aku sendiri sangat suka dengan aromanya, sangat relaxing dan bisa meningkatkan moodku.


Performa

Karena teksturnya yang sangat thick, aku memakai Real Barrier Extreme Cream hanya pada malam hari saja. Biasanya aku pakai tipis-tipis agar wajah tidak terasa gerah. Produk ini menurutku juga butuh waktu yang agak lama untuk menyerap sempurna.

Awalnya, aku memang agak ragu dan pesimis kalau produk ini akan cocok di wajahku yang normal to oily. Tapi ternyata eh ternyata, aku malah cinta pada pandangan pertama dengan produk ini. Real Barrier Extreme Cream menurutku sudah cukup mengunci skincare sebelumnya, jadi tidak dilayer dengan sleeping mask pun tidak masalah.

Setelah menggunakan produk ini di malam hari, paginya wajahku terlihat SUPER GLOWING dan SUPER HALUS. Kelembaban yang diberikan produk ini juga tahan lama. Hingga pagi hari, wajahku masih terasa lembab.



Jika tertarik, kalian bisa membeli produk ini dan produk Real Barrier lainnya di Style Korean Global (instagram: @stylekorean_global). Berikut aku cantumkan tautan untuk mempermudah pembelian http://bit.ly/3aoBhiq
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I’m Tata!
A public health student who loves skincare and make up so much.
Thank you for visiting my blog!

POPULAR POSTS

  • [REVIEW} Naruko Tea Tree Purifying Clay Mask & Cleanser in 1 : Produk Multifungsi yang Wajib Dimiliki Sobat Acne Prone
  • [REVIEW] Wardah C Defense Serum
  • [REVIEW] Jumiso All day Vitamin Brightening and Balancing Facial Serum : Serum Pencerah Wajah yang Tekturnya Ringan Banget!

Categories

AUBREE BEAUTY ARTICLES Emina Fanbo Innisfree Jin Jung Sung Jumiso Lancome Langsre Madame Gie make p:rem N'Pure Naruko Nusantics One-Day’s you Real Barrier REVIEWS Sbcskin SNP TIA'M Vienna Wardah

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2021 (3)
    • ▼  Juli (1)
      • Iniskin Brightening Day and Night Cream : Moisturi...
    • ►  Februari (2)
  • ►  2020 (33)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2019 (16)
    • ►  Desember (13)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  April (1)

FOLLOW ME

Laporkan Penyalahgunaan

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates